Sabtu, 02 Juli 2016

BERWUDHU

1. Arti Wudhu

           Wudhu menurut bahasa artinya bersih dan indah, sedang menurut syara' artinya membersihkan anggota wudhu menghilangkan hadats kecil.
           Orang yang hendak melaksanakan shalat, wajib lebih dahulu berwudhu, karena wudhu adalah menjadi syarat sahnya shalat.

2. Fardhu Wudhu

Fardhu nya wudhu ada enam perkara :
  1. Niat.
  2. Membasuh seluruh muka (mulai dari tumbuhnya rambut kepala hingga bawah dagu, dan dari telinga kanan hingga telinga kiri).
  3. Membasuh kedua tangan sampai siku-siku.
  4. Mengusap sebagian rambut kepala.
  5. Membasuh kedua belah kaki sampai mata kaki.
  6. Tertib (berturut-turut), artinya mendahulukan mana yang harus dahulu, dan mengakhiri mana yang harus di akhirkan.
3. Syarat-syarat Wudhu
  1. Islam
  2. Tamyiz, yakni dapat membedakan baik buruknya sesuatu pekerjaan.
  3. Tidak berhadast besar.
  4. Dengan air suci lagi mensucikan.
  5. Tidak ada sesuatu yang menghalangi air, sampai ke anggota wudhu, misalnya getah, cat dan sebagainya.
  6. Mengetahui mana yang wajib (fardhu) dan mana yang sunnah.
4. Sunnah-sunnah Wudhu
  1.  Membaca Basmallah pada permulaan wudhu.
  2. Membasuh kedua telapak tangan sampai pergelangan.
  3. Berkumur-kumur.
  4. Membasuh lubang hidung sebelum berniat.
  5. Menyapu seluruh kepala dengan air.
  6. Mendahulukan anggota kanan dari pada kiri.
  7. Menyapu kedua telinga luar dan dalam.
  8. Menigakalikan  membasuh.
  9. Menyela-nyela jari-jari tangan dan kaki.
  10. Membaca doa sesudah wudhu.
5. Yang Membatalkan Wudhu
  1. Keluar sesuatu dari qubul dan dubur, misalnya buang air kecil maupun besar, atau keluar angin dan sebagainya.
  2. Hilang akal sebab gila, pingsan, mabuk dan tidur nyenyak.
  3. Tersentuh kulit antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim nya dengan tidak memakai tutup, (muhrim artinya keluarga yang tidak boleh dinikah).
  4. Tersentuh kemaluan (qubul dan dubur)  dengan tapak tangan atau jari-jari nya yang tidak memakai tutup (walaupun ke maluannya sendiri).
6. Mandi

            Shalat sebagaimana kita ketahui, sahnya  juga suci dari hadast besar. Cara menghilangkan hadast besar dengan mandi wajib, yaitu membasuh seluruh tubuh mulai dari puncak kepala hingga ujung kaki.
            Sebab-sebab yang mewajibkan mandi :
  1. Bertemunya dua khitan (bersetubuh).
  2. Keluar mani di sebabkan bersetubuh atau dengan lain-lain sebab.
  3. Mati dan mati nya itu bukan mati syahid.
  4. Karena selesai nifas (bersalin; setelah selesai berhentinya ke luar darah sesudah melahirkan).
  5. Karena wiladah (setelah melahirkan).
  6. Karena selesai haidh.
7. Tayammum
     
     a. Arti Tayammum

         ialah mengusap muka dan dua belah tangan dengan debu  yang suci. Pada suatu ketika tayammum itu dapat menggantikan wudhu dan mandi dengan syarat-syarat tertentu.

    b. Syarat-syarat Tayammum

        Dibolehkan bertayammum dengan syarat :
  1. Tidak ada air dan telah berusaha  mencarinya, tetapi tidak bertemu.
  2. Berhalangan menggunakan air, misal nya karena sakit yang apabila menggunakan air akan kambuh sakitnya.
  3. Telah masuk waktu shalat.
  4. Dengan debu yang suci

Jumat, 01 Juli 2016

MACAM-MACAM NAJIS

Najis ialah suatu benda yang kotor menurut syara', misalnya :

  1. Bangkai, kecuali manusia, ikan dan belalang.
  2. Darah
  3. Nanah
  4. Segala sesuatu yang keluar dari kubul dan dubur
  5. Anjing dan babi
  6. Minuman keras seperti arak dan sebagai nya.
  7. Bagian anggota badan binatang yang terpisah karena di potong dan sebagai nya selagi masih hidup.
 1. Pembagian Najis

     Najis itu dapat di bagi 3 bagian :
  1. Najis Mukhaffafah (ringan); ialah air kencing bayi laki-laki yang belum berumur 2 tahun dan belum pernah makan sesuatu kecuali air susu ibu nya.
  2. Najis Mughallazhah (berat); ialah najis anjing dan babi dan keturunannya.
  3.  Najis Mutawassithah (sedang); ialah najis yang selain dari dua najis tersebut di atas, seperti segala sesuatu yang keluar dari kubul dan dubur manusia dan binatang, kecuali air mani, barang cair yang memabukkan, susu hewan yang tidak halal dimakan, bangkai, juga tulang dan bulunya, kecuali bangkai-bangkai manusia dan ikan serta belalang.
          Najis mutawassithah di bagi menjadi dua :
  1. Najis 'ainiyah; ialah najis yang berujud, yakni yang nampak dapat di lihat.
  2. Najis hukmiyah; ialah najis yang tidak kelihatan bendanya, seperti bekas kencing, atau arak yang sudah kering dan sebagainya.

2. Cara Menghilangkan Najis

  1. Barang yang kena najis mughallazah seperti jilatan anjing atau babi, wajib di basuh 7 kali dan salah satu di antaranya dengan air yang bercampur tanah.
  2. Barang yang terkena najis mukhaffafah, cukup di perciki air pada tempat najis itu.
  3. Barang yang terkena najis mutawassithah dapat suci dengan cara  di basuh sekali, asal sifat-sifat najisnya (warna, bau dan rasanya) itu hilang. Adapun dengan cara tiga kali cucian atau siraman lebih baik.
          Jika najis hukmiyah cara menghilangkannya cukup dengan mengalirkan air saja pada najis tadi.

3. Najis Yang di Maafkan (Ma'fu)

         Najis yang di maafkan artinya tak usah di basuh/dicuci, misalnya najis bangkai hewan yang tidak mengalir darahnya, darah atau nanah yang sedikit, debu dan air lorong-lorong yang memercik sedikit yang sukar meghindarkannya.
         Adapun tikus atau cecak yang jatuh ke dalam minyak atau makanan yang beku, dan ia mati di dalam nya, maka makanan yang wajib di buang itu atau minyak yang wajib di buang itu, ialah makanan atau minyak yang di kenainya itu saja. Sedang yang lain boleh di pakai kembali. Bila minyak atau makanan yang di hinggapinya itu cair, maka semua makanan atau  minyak itu hukumannya najis. Karena yang demikian itu tidak dapat di bedakan mana yang kena najis dan mana yang tidak.

4. Istinja 

          Segala yang keluar dari qubul dan dubur seperti kencing dan berak, wajib di sucikan dengan air hingga bersih.

5. Adab Buang Air
  1. Jangan di tempat yang terbuka.
  2. Jangan di tempat yang dapat mengganggu orang lain.
  3. Jangan bercakap-cakap kecuali keadaan memaksa.
  4. Kalau terpaksa buang air, di tempat terbuka, hendaknya jangan menghadap kiblat.
  5. Jangan membawa dan membaca kalimat Al-qur'an.

ARTI THAHARAH

       Thaharah artinya bersuci. Thaharah menurut syarat' ialah suci dari hadast dan najis. Suci dari hadast ialah dengan mengerjakan wudhu, mandi dan tayamum. Suci dari najis ialah menghilangkan najis yang ada di badan, tempat dan pakaian.

1. Macam-macam Air

     Air yang dapat di pakai bersuci ialah air yang bersih (suci dan mensucikan) yaitu air yang turun dari langit atau keluar dari bumi yang belum di pakai untuk bersuci.

     Air yang suci dan mensucikan ialah :
  • Air hujan
  • Air sumur
  • Air laut
  • Air sungai
  • Air salju
  • Air telaga
  • Air embun
2. Pembagian Air

    Di tinjau dari segi hukumnya, air itu dapa di bagi empat bagian :
  1. Air suci dan mensucikan, yaitu air mutlak artinya air yang masih murni, dapat di gunakan untuk bersuci dengan tidak makruh, (air mutlak artinya air yang sewajarnya).
  2. Air suci dan dapat mensucikan,  tetapi makruh digunakan, yaitu air musyammas (air yang di panaskan dengan matahari).
  3. Air suci tetapi tidak dapat mensucikan, seperti : Air musta'mal (telah di gunakan untuk bersuci) menghilangkan hadats atau menghilangkan najis walaupun tidak berubah rupanya, rasanya dan bau nya.
  4. Air mutanajis yaitu air yang kena najis (kemasukan najis), sedang jumlahnya kurang dari dua kullah, maka air yang semacam ini tidak suci dan tidak dapa mensucikan. Jika lebih dari dua kullah dan tidak berubah sifatnya, maka sah untuk bersuci.
          Dua kullah sama dengan 216 liter, jika berbentuk bak, maka besarnya = panjang 60cm dan dalam/tinggi 60cm.