Jumat, 01 Juli 2016

MACAM-MACAM NAJIS

Najis ialah suatu benda yang kotor menurut syara', misalnya :

  1. Bangkai, kecuali manusia, ikan dan belalang.
  2. Darah
  3. Nanah
  4. Segala sesuatu yang keluar dari kubul dan dubur
  5. Anjing dan babi
  6. Minuman keras seperti arak dan sebagai nya.
  7. Bagian anggota badan binatang yang terpisah karena di potong dan sebagai nya selagi masih hidup.
 1. Pembagian Najis

     Najis itu dapat di bagi 3 bagian :
  1. Najis Mukhaffafah (ringan); ialah air kencing bayi laki-laki yang belum berumur 2 tahun dan belum pernah makan sesuatu kecuali air susu ibu nya.
  2. Najis Mughallazhah (berat); ialah najis anjing dan babi dan keturunannya.
  3.  Najis Mutawassithah (sedang); ialah najis yang selain dari dua najis tersebut di atas, seperti segala sesuatu yang keluar dari kubul dan dubur manusia dan binatang, kecuali air mani, barang cair yang memabukkan, susu hewan yang tidak halal dimakan, bangkai, juga tulang dan bulunya, kecuali bangkai-bangkai manusia dan ikan serta belalang.
          Najis mutawassithah di bagi menjadi dua :
  1. Najis 'ainiyah; ialah najis yang berujud, yakni yang nampak dapat di lihat.
  2. Najis hukmiyah; ialah najis yang tidak kelihatan bendanya, seperti bekas kencing, atau arak yang sudah kering dan sebagainya.

2. Cara Menghilangkan Najis

  1. Barang yang kena najis mughallazah seperti jilatan anjing atau babi, wajib di basuh 7 kali dan salah satu di antaranya dengan air yang bercampur tanah.
  2. Barang yang terkena najis mukhaffafah, cukup di perciki air pada tempat najis itu.
  3. Barang yang terkena najis mutawassithah dapat suci dengan cara  di basuh sekali, asal sifat-sifat najisnya (warna, bau dan rasanya) itu hilang. Adapun dengan cara tiga kali cucian atau siraman lebih baik.
          Jika najis hukmiyah cara menghilangkannya cukup dengan mengalirkan air saja pada najis tadi.

3. Najis Yang di Maafkan (Ma'fu)

         Najis yang di maafkan artinya tak usah di basuh/dicuci, misalnya najis bangkai hewan yang tidak mengalir darahnya, darah atau nanah yang sedikit, debu dan air lorong-lorong yang memercik sedikit yang sukar meghindarkannya.
         Adapun tikus atau cecak yang jatuh ke dalam minyak atau makanan yang beku, dan ia mati di dalam nya, maka makanan yang wajib di buang itu atau minyak yang wajib di buang itu, ialah makanan atau minyak yang di kenainya itu saja. Sedang yang lain boleh di pakai kembali. Bila minyak atau makanan yang di hinggapinya itu cair, maka semua makanan atau  minyak itu hukumannya najis. Karena yang demikian itu tidak dapat di bedakan mana yang kena najis dan mana yang tidak.

4. Istinja 

          Segala yang keluar dari qubul dan dubur seperti kencing dan berak, wajib di sucikan dengan air hingga bersih.

5. Adab Buang Air
  1. Jangan di tempat yang terbuka.
  2. Jangan di tempat yang dapat mengganggu orang lain.
  3. Jangan bercakap-cakap kecuali keadaan memaksa.
  4. Kalau terpaksa buang air, di tempat terbuka, hendaknya jangan menghadap kiblat.
  5. Jangan membawa dan membaca kalimat Al-qur'an.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar